il TA. 2014/2015, Tanggal 07 Oktober 2014

MA MIftahul Huda WEB ID. SELAMAT DATANG DI. | Blog informasi MA Miftahul Huda Rawalo. Uptudate Terpercaya.

29 March 2022

NAPAK TILAS MASAYIKH PP. MIFTAHUL HUDA PESAWAHAN RAWALO

     

Napak Tilas Masayikh PP. Miftahul Huda Pesawahan Rawalo, Yang Di Selenggarakan oleh keluarga besar MA Miftahul Huda pesawahan Rawalo banyumas merupakan kegiatan sebgai upaya untuk menyambung atau mengenalkan kepada wrga madrasah atas peran para ulama dalam mendirikan dan ikut serta mengbangkan madrasah aliyah miftahul huda dengan di kelankan kepada wrga madrasah, bahwa hal ini sangat penting selain untuk mendapatkan barokah para alim ulama yang ngga kalah penting bahwa kita sebgai pendidik di madrasah aliyah kita juga tau bahwa kita memiliki sanad kelilmuan yang setelah di urut urutka sanad kelimuan kita secara garis besar tersambung ke Rasulullah melalu jalur para masyaikh miftahul huda pesawahan rawalo. Adapun Rute yang di lalui di mulai dari makam KH Zaeni Ilyas pesngasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo, setelah selesai Tahlil dari makam simbah di lajut ke makam KH. Badawi Hanafi.

KH. Zaeni ilyas Meupakan Putra dari KH Ilyas dan simbah nyai Hj.sholihah, lahir pada tanggal  11 Januari 1926. di desa Pesawahan. Ayahnya, KH Ilyas adalah seorang kepala desa yang disegani karena ketegasannya dan kedermawanannya. Sebagai tokoh desa dan juga hartawan, KH Ilyas dikenal sangat dekat dengan para ulama. KH. Zaeni Ilyas di pondokan oleh ayahnya di PP. Kesugihan Cilacap. KH Zaini Ilyas muda kemudian diketahui oleh putra pengasuh pondok, yaitu oleh K Muhammad Badawi yang menceritakan perihal prestasi KH Zaini ilyas muda pada ayahnya. Alhasil, oleh KH Badawi Hanafi, KH Zaini Ilyas muda ditimbali khusus kemudian di beri kesempatan untuk ngaji langsung pada beliau.

Setelah tiga tahun belajar di pondok kesugihan pada KH Badawi Hanafi, KH Zaini Ilyas kembali meneruskan perjalanan mesantrennya dengan kembali lagi ke jampes untuk kembali berguru pada Syeh Ikhsan. Beliau menghabiskan waktu tiga tahun mesantren pada syeh ihsan. Di jampes, Pendidikan yang ditempuh sampai tingkat Aliyah. Disini pun, keistimewaan KH Zaini mencuri perhatian para pengasuhnya. Diantaranya adalah beliau langsung diminta untuk ikut menjadi pengajar di pesantren tersebut. Bahkan oleh gus Muhammad, putra syekh Ikhsan, KH zaini Ilyas ditunjuk langsung untuk menjadi lurah pondok. Setelah dari pondok Kesugihan KH zaini Ilyas melanjutkan nyatri di  jampes,yang di asuh oleh Syekh Ihsan, Selama di jampes, KH zaini ilyas juga pernah ngaji jolok ilmu falak pada Kyai masduki yang merupakan alumni pondok jampes, secara jolok yaitu di laju dari pondok jampes ke ndalemnya kyai masduki di desa Minggiran yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari jampes. Di lasem, beliau cukup lama, yaitu kurang lebih 5 tahun. Selama di Lasem, beliau pun pernah mengaji kilatan puasaan ke kediri yaitu ngaji pada kyai Zuweni Nuh di Pare Kediri yang merupakan alumni tebuireng. Dua kali kilatan puasa di sana khusus untuk ngaji kitab shohih bukhori pada kali waktu, dan kitab shohih muslim pada waktu lain.

Setelah lima tahun di Jampes, beliau kembali ke pondok kesugihan. Di sinilah kemudian, KH Zaini Ilyas menutup masa lajangnya dengan menikahi putri kyai nya yaitu, Ny.Hj.Mutasingah Badawi. KH Badawi Hanafi yang sudah akrab dengan KH Ilyas, kemudian asepakat menjodohkan putra-putri mereka, sampai beberapa kali rembukan acara pernikahan. Pada suatu hari, yaitu hari kamis, pada saat rembuk acara pernikahan berlangsung, tiba-tiba kyai Badawi ngendika supaya rembukan tersebut harus selesai, karena beliau tidak akan menangi. Dan ternyata keesokan harinya kyai Badawi wafat. Sehingga pada kemudian hari pernikahan putrinya di walikan oleh KH Mustholih Badawi, kakak dari Ny. Hj.Mutasingah.

Adapun putra dari pasangan KH Zaini Ilyas dengan Ny. Hj.Mutasingah. di karuniai lima putra Linatus Shofiyah,Ah mukim di Citangkolo Banjar Jawa Barat, KH Mahfudz,S.Ag di Pesawahan KH. Khanan Masykur,M.Si mukim di pesawahan KH. Ulul Albab,M.pd.,Ah Dan Ny Hj Umniatul Labibah,S.T.Hi,.M.Hum ,Ah  KH Zaeni Ilyas tutup diusianya yang ke-94. wafat di Rumah Sakit Sahabat, Rawalo, Banyumas. Rencananya pemakaman akan dilaksanakan pada hari Rabu (25/11) 14.30 Wi Sumber http://pesawaha.blogspot.com/2019/08/profil-singkat-kh-zaini-ilyas-pengasuh_5.htm Sumber https://fokusbanyumas.id/mbah-zaini-ilyas-rawalo-kyai-produktif-nulis-kitab-sesepuh-banyumas-tutup-usia/

    Rute ke dua yaitu ke makam  KH. Badawi Hanafi lahir di kampung Brengkelan, kecamatan Purworejo,  Kabupaten Purworejo,  Jawa Tengah sekitar tahun 1885 M. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Fadlil  dengan Shofiyah binti KH. Abdul Syukur. KH. Badawi Hanafi mendirikan Pondok Pesantren di desa Kesugihan, beliau memanfaatkan mushola peninggalan ayahnya KH. Fadil untuk mengawali perintisan Pesantren, Mushola atau Langgar tersebut dikenal dengan  nama “Langgar Duwur”. Dikenal dengan nama langgar duwur karena Mushola (langgar dalam bahasa jawa) tersebut mengunakan kontruksi panggung

Pada awalnya pondok pesantren ini dikenal dengan nama Pondok Pesantren Kesugihan pada tahun 1961, Pondok Pesantren ini berubah nama menjadi Pendidikan Dan Pengajaran Agama Islam (PPAI) dan pada tahun 1983 kembali berubah nama menjadi Pondok Pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin. Perubahan nama dilakukan oleh KH. Mustolih Badawi, Putra KH. Badawi Hanafi. Perubahan itu dilakukan untuk mengenang Almarhum ayahnya yang sangat mengagumi karya monumental Imam Al-Ghozali (Kitab Ihya 'Ulumiddin) tentang pembaharuan Islam. Bahwasanya di makam Kesugi juga ada beberapa ulama lain seperti Romo Mustolih Badawi Romo KH Chasbullah Badawi KH, KH Syahid Muhson, KH. Syuhud Muhson dan masih banyak ulam ulama lain yang di makamkan di pemakaman tersebut, Baca Kisah Selengkapnya  https://www.laduni.id/post/read/66348/wisata-ziarah-dan-bertawassul-di-makam-kh-chasbullah-badawi-cilacap  

Adapun Rute yang ke 3 yaitu ke makam K.H. Muhammad Habib di desa Kebarongan Kecamatan Kemarnjen Kabupaten Banyumas, Muhammad Habib (tahun 1778 – 1888 M) . Muhammad Habib adalah Pembuka desa Kebarongan dan sekaligus pendiri pondok pesantren Kebarongan, Kemranjen, Banyumas,. Muhammad Habib, seorang ulama yang berpengaruh di Dulang Mas (Kedu. Magelang, Banyumas). KH Muhammad Habib pernah pergi ke Makkah belajar dan mukim di sana selama dua puluh tahun. Kiai Haji Muhammad Habib wafat pada tahun 1888 M. Keturunan K.H Muhammad Habib pada saat ini banyak menjadi tokoh-tokoh yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, seperti K.H Mustholih Badawi Cilacap yang pernah menjadi pengurus PBNU Pusat, K.H Najmudin Majenang (Kiai Kharismatik yang pengaruhnya sangat kuat sampai sekarang di Cilacap sebelah barat), K.H. Khasbullah Badawi (ketua dewan syuro PBNU Jawa Tengah dan sekaligus sebagai salah satu pendiri partai PKNU), KH Atho’urrahman Hisyam, KH Dzakiyul Fuad dan K.H Zuhrul Anam Leler (Kiai Kharismatik yang pengaruhnya sampai tingkat nasional). Dari Kebarongan sendiri keturunan beliau diantaranya KH Damanhuri (Putra tertua), KH abdullah Mukri (Putra), KH Abdullah Zawawi (Putra), KH Abdul Ghofir (Cucu), KH Asifudin Zawawi (Cucu), K.H. Fata Mukmin (Cucu Buyut dari KH Muhammad Habib dan Pengasuh Pondok Pesantren MWI Kebarongan yang meninggal tahun ini 2012) dan Muh Hikamudin Suyuti (Cucu Canggah dari KH Muhammad Habib).

Baca Kisah Selengkapnya: https://www.facebook.com/santri.nahdliyyin/posts/beberapa-ulama-dahulu-yang-tersohor-di-banyumas1-muhammad-habib-tahun-1778-1888-/1403443929669325/


Rute napak Tilas masyaihk ke 4 yaitu Syekh As-Sayid Mahfudz bin Abdurrahman Al-Hasani tidak asing lagi di telinga masyarakat, terutama di Cilacap dan sekitarnya. Kemasyhuran ulama inovatif dan pejuang kemerdekaan yang fasih beragam bahasa asing ini, menjadikan makamnya begitu banyak peziarah, hingga saat ini. Beberapa hari yang lalu, saya ziarah ke makam Syekh Mahfudz. Letak makamnya di dalam kawasan Wisata Religi Gunung Selok, masuk Desa Karangbenda, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Sebelum berziarah, saya lebih dulu mengawali konfirmasi kepada Camat Adipala

masa kecil Syekh Mahfudz. Masa kecil Syekh Mahfudz tinggal di Pesantren Al-Kahfi Somalangu. Ayahnya, Syekh As-Sayid Abdurrahman Al-Hasani yang begitu gigih mendidiknya. Semenjak lahir hingga masa kecil, lanjut dia beliau sudah menunjukkan keistimewaan- keistimewaan. ”Ketika masih berusia 7 tahun, beliau sudah khatam mengaji Alquran, bahkan hafal suratan-suratan penting.


Saat itu beliau juga sudah hafal kitab hadits Arba’in Nawawi,” katanya. Kiai Qodirin menuturkan, pada usia 16 tahun, dengan restu dari ayahnya, Syekh Mahfudz mulai mesantren di Tremas, Pacitan yang diasuh Kiai Dimyati. Saat mesantren itu, Syekh Mahfudz menyusun kitab sharaf, yakni Al-Fawaidus Sharfiyyah. Selanjutnya, Syekh Mahfuz remaja meneruskan mesantren di Ponpes Watucongol, Muntilan, Magelang yang saat itu diasuh KH Dalhar.

Baca Kisah Selengkapnya https://www.suaramerdeka.com/nasional/pr-04166622/ulama-inovatif-dan-pejuang


Rute terakhir atau yang ke 5 adalah makam Syekh Abdul Kahfi Al Hasani adalah pendiri Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, dan konon merupakan orang pertama yang dimakamkan di perbukitan Lemah Lanang di Desa Sumberadi, Kecamatan Kebumen, Kebumen. bahwa makam dalam cungkup adalah kubur Syekh Abdul Kahfi muda, berakhiran ATsani untuk membedakan dengan Syekh Abdul Kahfi sepuh atau Awwal yang makamnya berada 100 meter arah ke utara, atau 30 meter arah ke timur dari jalan setapak di awal makam, dikelilingi tembok bata rendah telanjang tanpa penutup. Silsilahnya adalah Ibrahim (Syeikh Abdul Kahfi Ats-Tsani) bin Muhammad bin Zaenal Abidin bin Yusuf bin Abdul Hannan bin Zakariya bin Abdul Mannan bin Hasan bin Yusuf bin Jawahir bin Muhtarom bin Syeikh As_Sayid Muhammad ‘Ishom Al-Hasani (Syeikh Abdul Kahfi Al-Awwal).

Dalam makalah yang dibuat KH Afifuddin bin Chanif Al Hasani disebutkan bahwa Syekh Abdul Kahfi Awwal meninggal pada masa Panembahan Hanyakrawati, ayah Sultan Agung. Karena hubungan dengan Mataram baik, pada makam Syekh Abdul Kahfi sempat ada nisan berukir kereta kencana yang ditarik dua atau empat ekor kuda. Nisan itu kini tak lagi ada di sana. Syekh Abdul Kahfi Awwal dianggap sebagai peletak dasar berkembangnya agama Islam di wilayah Kebumen. Kedatangannya dari Hadramaut, Yaman, mendarat pertama kali di Pantai Karangbolong Kebumen pada 1448 M, dan beberapa hari setelah itu berhasil mengislamkan tiga desa berdekatan, yaitu Desa Candi, Desa Candiwulan, dan Desa Candimulyo.





Rawalo 26 Maret 2022
By Al Akhan Nur Rusman



 

21 March 2022

Penelitian dan bintek pengembangan madrasah riset dan pegembangan literasi untuk guru madrasah dimadrasah Aliyah Miftahul Huda Rawalo 2022

 Penelitian dan bintek  pengembangan madrasah riset dan pegembangan literasi untuk guru madrasah  dimadrasah Aliyah Miftahul Huda Rawalo 2022

Foto bersama Setelah Selesai Pelatihan
Penelitian dan bintek  pengembangan madrasah riset serta Pendampingan dan pegembangan literasi untuk guru madrasah Yang dilaksnakan di aula Madrasah Aliyah Miftahul Huda Rawalo pada tanggal 17 Maret 2022 bekerrjasama dengan penerbit  erlangga sebagai seponsor, kegiatan ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari guru madrasah aliyah dan perwakilan gurun madrasah suasta sekabupaten banyumas yang di koordinatori oleh forum komunikasi kepala madrasah suasta kabupaten banyumas yang kerap di sebut Forkamas, tegas Ulul Albab,M.Pd kepala madrasah aliyah miftahul huda dalam sambutan pembukaan pelatiah.

Guru madrasah harus jadi motor penggerak literasi siswa di madrasah, hal ini harus di awali dari semua warga madrasah, maka penting sekali seorang pendidik memahami bagaimana literasi yang baik agar menghasilkan karya bagi guru dan siswa, maka dari itu perlu sekali untuk pelatihan bagi guru.  momen baik ini jangan disiasiakan oleh guru, agar dapat meng uasai metode metode yang di sampaikan oleh narasumber nanti, tegas bapak Dr. Sunaryo, M.Pd selaku pengawas madrasah aliyah.

Foto H. Drs. Kuat Sukoso, Sugeng,Lc diddampingi
oleh Narasumber 
Peserta pelatihan begitu antusias mengikuti pelatihan yang di buka mulai jam 08.00- 14. 30 WIB, yang menjadi sorotan para peserta pelatihan yaitu H. Drs kuat kusoso yang usinaya sudah menginjaka 70 tahun lebih sangan antusias dan aktif dalam mengikuti pelatihan, beliau membuat literasi terkait budaya lokal Banyumas yaitu  Ebeg “Orang Banyumas mengenalnya dalam bahasa jawa banyuasan” belia memaprkan bahwasanya ebeg itu biasanya dilakukan oleh ± 35 orang, dengan perincian penari 20 orang, penabuh instrumen 10 orang, 4 orang sebagai pembantu umum atau penjaga keamanan, dan 1 orang sebagai koordinator pertunjukan yang mengatur jalannya pertunjukan dari awal hingga akhir, “Ebeg merupakan salah satu kesenian yang berkembang di daerah Jawa Tengah khususnya daerah sebelah selatan barat. Di daerah tersebut diantaranya Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Kebumen. Ebeg merupakan sejenis tari-tarian yang menceritakan latihan perang pada waktu itu” tegas  Dr. Listyono,M.Pd sebagai tim pengembang madrasah riset UIN Walisongo selaku salah satu narasumber pelatihan.

Sebelum acara penutup peserta dikasih permainan untuk mengilangkan rasa penat seteleh seharian mengikuti pelatiahan dan praktek literasi, harapan kami acara ini aka nada tindak lanjut dan pendampingan bagi guru untuk terus melakukan literasi di madrasah sehingga ilmu yang didapat oleh peserta pelatihan terus berkembanag dan menghasilkan karya entah itu bagi guru maupun siswa, tambah Taufiqurrohman,S.Pd.I selaku kurikulum madrasah aliyah yang menjabat sebagai panitia pelatihan Literasi.

            Doa penutup di pimpin oleh K. Burhanudin,S.Ag, Salah satu peserta pelatihan literasi yang juga aktif mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. 



Rawalo, 18 Maret 2022
By Al- Akhan Nr









Info PPDB MA Miftahul Huda Rawalo 
Untuk Inforamsi Seputar MA Miftahul Rawalo Teman Teman Bisa Mengunjungi Web resmi kami
Informasi PPDB MA PK Miftahul Huda Rawalo